Sabtu, 15 Desember 2012

Selamat Jalan Dinda



Oleh: Sumiman

Aku Terpekur dari jauh
Mendengar kau telah pergi untuk selamanya
cita dan mimpi kita untuk membangun kampung
sebagian kau telah bawa menghadap Illahi Rabbi

Selamat Jalan Dinda
Hari-hari bersamamu terlalu panjang untuk kukenang
sejak kita masih kanak-kanak
Kita telah menangis bersama, tertawa bersama
kita menyambut mentari dengan penuh riang
Kita diterpa angin laut banda dengan lembut

Selamat Jalan Dinda
kisah ini terlalu panjang jika kutulis
Jejak kakimu yang mungil saat menjejak jalan menuju sekolah
semua kita lewati dengan penuh harapan
untuk menebus masa depan anak-anak dan kampung kita
tapi kini jalan itu terlalu berat untukmu
kaupun telah mengiringinya dengan tetes air matamu

Selamat Jalan Dinda
Rasanya, cita dan mimpi kita akan terasa berat tanpamu
Karena semua kita mimpikan bersama
Membangun kampung

Kami hanya tertegun, beban terlalu berat untuk kau bertahan
Kutahu, kau terlalu berat meninggalkan kebersamaan ini
Terlebih pada dua kecil hatimu yang menangis
ketika kau telah pergi untuk selamanya

Selamat tinggal dinda
aku hanya melap air mata ketika kudengar bahwa kau teleh pergi untuk selamanya
aku dari jauh, tinggal berdoa,semoga cita dan impi kita
kau bawa untuk bertemu yang kuasa

selamat tinggal dinda,
jalan ini sudah terlalu berliku untuk kau jejakki lagi
diperhetian yang sebenarnya belum waktunya itu
akhirnya kau tiba juga
sedang kami hanya mampu menatapmu dengan tatapan hampa
sementara cita dan mimpi kita
biar kami yang lanjutkan

Selamat jalan dinda
kau terlalu cepat memilih 09 desember 2012
sebagai hari keberangakatan
selamat jalan dinda,

Yogyakarta, 11 Desember 2012
Mengenang Adindaku (Suhu) yang telah pergi untuk selamanya