Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 12, 2025

Menjaga Kangkilo, Menjaga Alam

Di Buton, bekerja bukan semata menggerakkan tangan dan tenaga. Ia adalah laku hidup. Ia bernama kangkilo —sebuah etos yang merangkum hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam. Kangkilo bukan sekadar tradisi kerja, melainkan pernyataan moral: bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, dan setiap kelalaian akan meminta balasnya sendiri. Namun hari ini, nilai itu seperti terkikis perlahan, hanyut bersama tanah-tanah gundul di hulu sungai dan sampah-sampah plastik yang mengapung di selokan kota. Musim hujan belum sepenuhnya tiba di Sulawesi. Tetapi tanda-tandanya sudah mengintip dari kejauhan—dari Sumatra yang lebih dulu dilanda banjir, dari berita-berita yang datang seperti peringatan dini yang sering diabaikan. Sejarah selalu berulang dengan cara yang sama: bencana datang bukan hanya karena hujan, tetapi karena lupa. Jika musim penghujan mencapai Sulawesi tahun ini, ancaman banjir bukan sekadar kemungkinan. Ia adalah keniscayaan yang sedang dipersiap...