Oleh: Sumiman Udu Hari-hari yang gelap melanda Desa di Sebelah Timur Pulau Wanci itu. Hanya suara laut Banda yang terus mengamuk. Lampu minyak terkadang mati, oleh angin timur yang mengamuk sejak dua minggu yang lalu. Terik matahari yang kian memanas terus menjadi teman Wanianse dan teman-temannya ketika bekerja bergotong royong membersihkan kebunnya. Beberapa lantunan penghilang rasa rindu sering kali dilantunkan di tengah ke kalutan hidup yang semakin susah. Di tengah kekalutan itu, menjelang siang para ibu-ibu itu pulang. perjalan panjang menuju rumah membuat mereka harus istrahat di atas perbukitan. Mereka menikmati lembah, dan pemandangan gunung Tindoi yang jauh. Di Bawah pohon beringin itu mereka beristrahat, ada yang tidur-tiduran, ada juga yang bercerita. "Eh, saya kemarin ke pasar, sudah sangat susah, harga Opi (sebuatan untuk singkong barut yang dikeringkan untuk bahwan soami atau sering dikenal dengan orang luar sebagai kasoami) turun. sementara sewa mobil sudah 100...
www.pusatstudiwakatobi.blogspot.co.id