(Sebuah mimpi dari Botermarkt 19a Leiden, Belanda , 1 November 2011, 02:13 am) Oleh: Sumiman Udu Ketika generasi Buton mulai merasakan pentingnya mengenal identitas dirinya di tengah-tengah globalisasi kebudayaan, maka benang-benang kebudayaan Buton itu ingin kembali dirajut. Helai demi helai kembali dikumpulkan untuk menyulam kembali kebudayaan itu. Lalu, benang apakah yang bisa menyulam helai-helai kebudayaan Buton yang telah tersobek itu? Sehingga ia menjadi kebudayaan yang kelak dapat menjadi kebanggaan dan indentitas generasi anak-anak Buton ini? Pertanyaan-pertanyaan di atas, harus dikembalikan kepada kesadaran sejarah, terutama mengenai bagaimana leluhur Buton menyulam kebudayaan Buton itu? Ketika menelusuri beberapa arsip kebudayaan Buton di Perpusatakaan Universitas Leiden, maka jejak leluhur itu pelan-pelan terungkap. Beberapa tulisan tentang kaбanti dapat dilihat disini, misalnya k...
www.pusatstudiwakatobi.blogspot.co.id