Langsung ke konten utama

Postingan

Kebudayaan Austronesia sebagai Akar Peradaban Nusantara: Ornamen pada Nekara dan Artefak Perunggu Lainnya

Agus Aris Munandar Departemen Arkeologi FIB UI I Austronesia sebenarnya adalah istilah ciptaan para sarjana ketika mereka harus menjelaskan adanya kebudayaan awal dalam masa prasejarah yang berkembang di kawasan Asia Tenggara. Bukti-bukti adanya kebudayaan masa prasejarah yang mempunyai kemiripan tersebut tersebar di berbagai wilayah di Asia Tenggara daratan, kepulauan Indonesia, Filipina, Taiwan, di pulau-pulau Pasifik hingga kepuluaan Fiji, ke barat bukti-bukti tersebut dapat ditemukan hingga Pulau Madagaskar di pantai timur Afrika. Kebudayaan Austronesia didukung oleh orang-orang dinamakan saja orang Austronesia, tentunya mereka awalnya menetap di suatu wilayah tertentu sebelum melakukan diaspora ke berbagai wilayah lainnya dalam rentang area yang sangat luas. Para ahli dewasa ini menyatakan bahwa migrasi orang-orang Austronesia kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 6000 SM hingga awal tarikh Masehi. Mengenai tempat menetap orang-orang Austronesia pada awalnya...

Di Bawah Bayang-Bayang Ode: Sebuah Novel

Novel "Di Bawah Bayang-Bayang Ode" merupakan novel antropologi yang ditulis berdasarkan penelitian bertahun-tahun pada kebudayaan Wakatobi - Buton. Novel ini merupakan rekaman dari dinamika kebudayaan Wakatobi Buton selama ini. Disajikan dalam kisah cinta dua orang anak Manusia (Amalia Ode) dengan Imam yang penuh dengan lika-liku adat, pelarangan, pelanggaran, hingga sebuah permintaan yang berakhir dengan kehilangan jiwa (Amalia Ode). Mimpi pertemuan dengan seorang Mahasiswa yang memanggilnya ibu, telah memaksa Amalia Ode untuk tetap mempertahankan cintanya. Ia Bertahan sampai ia melahirkan anaknya. Perkawinannya dengan La Ode Halimu, menyadarkan La Ode Halimu bahwa perkawinan bukan hanya dilandasi oleh adat dan budaya, tetapi harus dilandasi dengan cinta dan kasih sayang. Jabat tangan bukan hanya sebagai ritual, tetapi lebih dari itu. Patah hati yang menimpa hati seorang lelaki yang memang rapuh, membuat Imam mengalihkan seluruh cintanya untuk menuntut pendidikan seb...

GALELA: KOPRA DAN PERADABAN PERAHU BUTON YANG HILANG

Oleh: Sumiman Udu Perjalanan Masa lalu yang telah membawa kisah yang panjang pada generasi tua Wakatobi, yang kini hempir hilang. Perubahan sistem ekonomi pelayaran perahu karoro mengumpulkan kopra dari Marirtim Timur Nusantara telah melenyapkan pelayaran ini. Tahun 1980-an pelayaran ini memberikan suatu kemajuan luar biasa, khususnya pelabuhan Pantai Patuno. Pelayaran Kopra yang banyak menyimpan cerita, namun tak satupun generasinya yang ingin menjelajahi pelayaran ini.

Harta Kekayaan Wa Ode Wau: Antara Misteri dan Inspirasi

 Oleh: Sumiman Udu Kisah Tentang Wa Ode Wau sejak lama telah menjadi memori kolektif masyarakat Buton. Kekayaannya, Kerajaan Binisnya hingga kemampuannya memimpin kerjaan itu. Semua itu telah menjadi sebuah misteri bagi generasi muda Buton dewasa ini. Dari satu generasi ke generasi berikutnya selalu berupaya untuk menemukan harta karun itu. Dan sampai saat ini belum pernah ada yang terinspirasi bagaimana Wa Ode Wau mengumpulkan harta sebanyak itu.

Risma, Haji Mat, Hugua, Puisi dan Burung Kasturi

Oleh: Saleh Hanan Prolog Menyebut nama-nama penting itu dalam kebudayaan PNS yang menghamba tanpa menyertakan   frasa beliau, ibu, bapak atau yang terhormat di depan nama, siap-siaplah dicap lancang. Tapi bagi saya dunia ilmu pengetahuan dan jurnalistik menghilangkan keraguan, sebagaimana tak lazim kita membaca penyebutan Bapak Thomas Alfa Edison untuk Thomas A l fa Edison misalnya. Di luar wibawa yang melekat pada mereka, ilmu pengetahuan menunjuknya sebagai subjek saja. Risma, Hugua dan Haji Mat adalah ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan social (IPS).(Tapi sikap seperti ini hanya akan ada dalam tulisan ini saja).

MEMBEDAH KONSEP TRISAKTI BUNG KARNO

SELAMA DALAM MASA kolonialisme Belanda, bangsa Indonesia berada dalam hegemoni penjajah. Antonio Gramsci menjelaskan bahwa kekuasaan yang menindas berupaya menguasai seluruh keadaan melalui cara yang paling kuat yaitu hegemoni, baik dalam tataran nilai ataupun tindakan. Intelektual dari Italia ini mengungkapkan berbagai contoh hegemoni dalam catatannya ‘Selection from the Prisons Notebooks’ Hegemoni ini bisa mempengaruhi semua aspek kehidupan. Bung Karno memiliki gagasan untuk menghadapi gelombang hegemoni dari pihak luar.

Maestro Zapin Riau Dapat “Anugerah Kebudayaan” dari Kemenbudpar

Thursday, 24 June 2010 10:00 Industry - Kreatif Pemerintah Indonesia yang diwakili Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) memberikan penghargaan "Anugerah Kebudayaan" 2010  kepada 23 orang yang dinilai berjasa dalam melestarikan, mengembangkan, meningkatkan, serta berdedikasi terhadap kebudayaan. Salah satunya Muhamad Yazid (85) warga Bengkalis, Riau, yang dikenal sebagai maestro seni tari zapin. Menurut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, p emberian Anugerah Kebudayaan tersebut sebagai apresiasi pemerintah untuk mendorong penerapan nilai-nilai budaya dalam masyarakat, guna membangun karakter dan jatidiri bangsa dalam rangka mewujudkan pembangunan kebudayaan berdasarkan nilai-nilai luhur yang dapat merespon tuntutan global dalam masyarakat. "Anugerah Kebudayaan ini salah s...