Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidkan

Teori Pementasan Tradisi Lisan

Oleh: Sumiman Udu Dalam upaya untuk menjelaskan tentang kata pementasan, Jan Vansina (2014: 52) mengatakan bahwa pementasan dalam tradisi lisan adalah pengisahan kisah. Dalam pementasan lisan, seorang pendongeng dan atau pelantun (dalam nyanyian) akan duduk dan dikelilingi oleh pendengar untuk mengisahkan sebuah kisah. Dalam pementasan tradisi lisan (nyanyian) seorang pelantun akan duduk untuk memainkan gitar, gambus dan biolanya untuk mengiringi syair-syairnya yang disusun dan dikomposisi pada waktu bersamaan. Sementara penonton duduk di sampingnya untuk mendengarkan pementasan atau pengisahan tersebut. Dalam pementasan ini, penonton terkadang terlibat aktif, sehingga dapat mempengaruhi komposisi skematik dari tradisi lisan.

Pentingnya Perpustakaan untuk Pembangunan Wakatobi

Oleh: Sumiman Udu Duduk di antara ratusan orang-orang hebat dalam seminar Internasional Sastra Bandung 2015 merupakan hal yang paling membahagiakan. Suatu moment yang mengispirasi bagaimana Sunda bisa berada pada percaturan kebudayaan Global. Mereka menata perpustakaan mereka, mereka membangun kelembagaan perpustakaan yang luar biasa. Teringat saya pada keinginan pemerintah Kabupaten Wakatobi untuk membangun Perpustakaan di Wakatobi. Selama sepuluh tahun terakhir, di Wakatobi disediakan mobil perpustakaan keliling, dan untuk melayani masyarakat di pulau-pulau lainnya, seperti Kaledupa, Tomia dan Binongko dengan mengadakan spead boat perpustakaan keliling. Sungguh suatu niatan yang luar biasa, membangun Sumber Daya Manusia Wakatobi, tetapi semua kenangan itu sirna begitu saja, karena mobil dan speat boath itu saat ini belum efektif kalau aku enggan untuk mengatakannya mati suri.