Langsung ke konten utama

Postingan

La Ngkolee..,

Oleh: La Ode Yusri Ngkolee.., Kini waktu mu tiba Tanah Jawa memanggilmu datang Kalau pergi, pergilah Tapi ingatlah kau pada ini tanah Tanah tempat kali pertama Darah kau mengalir basah Tanah tempat kali pertama Kau hirupi udaranya Tanah tempat kali pertama Kau lolongi ia dengan tangismu Tanah tempat ari mu Ditanamkan Gu Lakudo mu Serambinya butuuni Selirnya munajat Ingat-ingatlah kau Nak.. Sebagaimana Murhum Rindu pada tanah ini Lalu mengambilnya masuk Dalam rengkuh kuasanya Sebagaimana Wolio Agung meninggikan tanah ini Tak ada lakina dari tanah ini Yang sembah turunkan topi Setiap kali maju menghadap sultan Sebagaimana telah diadatkan Diwajibkan pada lakina tanah lain Sebagai balas atas budi Karena tangan dari tanah ini Umbunowulu ditekuk takluk Negeri bangkang menantang Kuat merongrong kesultanan Melawan tak patuh titah Sultaan Bahkan kapal kapal utusan kerajaan Tak pernah sampai menjangkau tanah negeri itu Terkenal sakti dan bertuah mantera ne...

Jejaring Pelaku Wisata Belum Terlihat

Rabu, 27 Oktober 2010 | 16:09 WIB KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta atau PASTY yang berlokasi di Dongkelan, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta saat ini menjadi tempat tujuan wisata baru bagi wisatawan mancanegara dan domestik, sebagaimana terlihat pada Kamis (20/5/2010). Jejaring Pelaku Wisata Belum Terlihat Rabu, 27 Oktober 2010 | 16:09 WIB KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta atau PASTY yang berlokasi di Dongkelan, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta saat ini menjadi tempat tujuan wisata baru bagi wisatawan mancanegara dan domestik, sebagaimana terlihat pada Kamis (20/5/2010).

Pertemuan Terakhir dengan Mbah Marijan

Yogyakarta, 27 Oktober 2010 Jumat, 15 Oktober lalu, Tim Mahasiswa S3 KTL FIB Universitas Gajah Mada berkunjung ke rumah Mbah Marijan. Setelah Shalat Jumat berjamaah, di mesjid dekat rumahnya, Mbah Marijan menjelaskan tentang keyakinannya menjaga gunung Merapi. Dalam perjalanan itu, sebelum kami menemui Mbah Marijan, kami berkeliling menyaksikan bongkahan lahar yang tidak jauh dari rumah Mbah Marijian. Bongkahan lahar letusan Merapi tahun 2006. Rupanya perjalanan itu adalah perjalan terakhir untuk bertemu Mbah Marijan. Wawancara kami lakukan, tetapi Mbah Marijan menjelaskan dengan menggunakan bahasa Jawa. dan Aku Tak mengerti. Di ruang tamu rumahnya, ia memperlihatkan kesederhanaan hidup seorang manusia. Kepatuhan seorang hamba pada tuhannya. Mbah Marijan adalah tokoh yang perlu ditiru, karena ia tidak pernah mau lari dari tanggung jawabnya, walau ia harus berhadapan dengan fenomena alam yang belum tentu ia dapat atasi. Keyakinannya sebagai juru kunci Merapi telah membawanya, kep...

Tradisi Balumpa Masyarakat Wakatobi

  Wakatobi sebagai salah satu Kabupaten yang mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat, sehingga ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Bidang Pariwisata memilik berbagai tradisi dan atraksi budaya. Salah satu atraksi budaya yang dapat dinikmati oleh wisatawan yang datang ke Wakatobi adalah tarian Balumpa.  Tarian ini merupakan salah satu tradisi yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Wakatobi. Tarian ini lebih banyak dikenal sebagai tarian tradisional masyarakat Binongko. Tarian ini diiringi oleh musik gambus dengan irama Balumpa. Tarian ini dimainkan oleh Mudu mudi secara berpasangan, tetapi juga dapat dimainkan oleh orang tua.