Langsung ke konten utama

Postingan

IDENTITAS TAK GUGUR DI MUSIM GUGUR

  ( Suara Keprihatinan dari Negeri Kincir Angin )          Oleh: Sumiman Udu Memasuki bulan September-Oktober di Negeri Belanda berarti memasuki musim gugur. Sepanjang jalan-jalan Kota Leiden kelihatan menguning. Semua tumbuhan secara alamiah akan mengapdatasi dirinya karena sudah memasuki awal musim dingin. Seluruh negeri kincir angin ini seolah memasuki masa kematian, daun-daun berguguran, tumbuhan-tumbuhan mulai meranggas dengan batang yang dingin seperti es. Kanal-kanal dan jalan-jalan penuh dengan daun yang gugur pula. Namun pemandangan itu, hanya sebentar karena petugas pembersihan akan terusik dengan suasana ini. Mereka datang melenyapkan itu semua dalam sekejap. Hampir semua pinggir-pinggir kanal dipenuhi oleh orang-orang yang berjemur, menikmati sinar matahari walau suhu sudah mulai dingin, dimana di siang hari di bawah sepuluh derajat Celsius dan di malam hari suhu sudah hampir mendekati nol derajat. Sinar matahari yang kelak...

Tarian Balaba dan Senandung kaбanti: Dua Benang untuk Merajut Kembali Kebudayaan Buton

(Sebuah mimpi dari Botermarkt 19a Leiden, Belanda , 1 November 2011, 02:13 am) Oleh: Sumiman Udu                 Ketika generasi Buton mulai merasakan pentingnya mengenal identitas dirinya di tengah-tengah globalisasi kebudayaan, maka benang-benang kebudayaan Buton itu ingin kembali dirajut. Helai demi helai kembali dikumpulkan untuk menyulam kembali kebudayaan itu. Lalu, benang apakah yang bisa menyulam helai-helai kebudayaan Buton yang telah tersobek itu? Sehingga ia menjadi kebudayaan yang kelak dapat menjadi kebanggaan dan indentitas generasi anak-anak Buton ini? Pertanyaan-pertanyaan di atas, harus dikembalikan kepada kesadaran sejarah, terutama mengenai bagaimana leluhur Buton menyulam kebudayaan Buton itu? Ketika menelusuri beberapa arsip kebudayaan Buton di Perpusatakaan Universitas Leiden, maka jejak leluhur itu pelan-pelan terungkap. Beberapa tulisan tentang kaбanti dapat dilihat disini, misalnya k...