WAKATOBI — Tradisi Lalo’a di Wakatobi dinilai sebagai model konservasi berbasis kearifan lokal yang efektif dalam menjaga keberlanjutan ikan boronang dan ketahanan pangan masyarakat pesisir. Melalui tradisi ini, masyarakat adat melindungi telur ikan boronang agar tidak diambil sebelum masanya, sehingga sumber daya laut tetap tersedia untuk musim berikutnya. Praktik tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Wakatobi memiliki sistem pengelolaan sumber daya laut yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan untuk tahun-tahun mendatang. Perlindungan terhadap telur ikan boronang menjadi inti dari tradisi Lalo’a, yang diwariskan secara turun-temurun dan dijaga bersama melalui aturan adat. Salah satu informan, Jaharuddin , menegaskan bahwa larangan mengambil telur ikan sebelum berkembang didasarkan pada kesadaran kolektif untuk menjaga keberlangsungan sumber pangan masyarakat. “ Mengapa tidak diambil sebelum bertelur? Jawabannya adalah untuk t...
www.pusatstudiwakatobi.blogspot.co.id